# 3 # KAIDAH TENTANG “KARMA” ATAU SEBAB AKIBAT

Setiap tindakan menimbulkan suatu daya energi yang kembali kepada kita dengan takaran setimpal…
Apa yang kita semaikan, itulah yang kita petik.

Dan apabila kita pilih tindakan yang memberikan kebahagiaan dan sukses pada orang lain, maka buah karma kita adalah kebahagiaan dan sukses.

$$$

Karma adalah pernyataan tegas yang abadi dari kebebasan manusia… pikiran kita, kata-kata dan perbuatan kita adalah benang-benang jaring yang kita sendiri menebarkannya ke diri kita.


Kaidah spiritual ketiga adalah Kaidah tentang Karma, atau yang lebih umum disebut Hukum Karma. “Karma” adalah tindakan dan sekaligus juga konsekuensi dari tindakan itu sendiri. Karma merupakan sebab dan akibat sekaligus, sebab semua tindakan membangkitkan suatu daya energi yang kembali kepada kita dengan takaran setimpal. Tidak ada yang asing tentang hukum Karma, yang dalam konteks buku ini diistilahkan sebagai Kaidah tentang Karma. Boleh dibilang tidak ada yang tidak pernah mendengar kata-kata mutiara, “Apa yang kau semaikan, itulah yang kau petik.” Jelaslah, jika kita ingin menciptakan kebahagiaan dalam hidup kita, kita harus belajar menyemaikan benih-benih kebahagiaan. Karenanya, karma mengimplikasikan tindakan penentuan pilihan secara sadar.

Kita pada hakikatnya senantiasa merupakan pembuat pilihan. Pada setiap saat dalam eksistensi atau keberadaan kita, kita berada dalam medan segala kemungkinan yang memungkinkan kita untuk melakukan pilihan yang tak terhingga banyaknya. Pilihan-pilihan itu ada yang diambil secara sadar, sementara pilihan lain-lainnya dilakukan secara tidak sadar. Namun cara terbaik untuk memahami dan memaksimalkan penggunaan hukum karma adalah dengan menjadi benar-benar sadar akan pilihan-pilihan yang kita lakukan setiap saat.

Mau tidak mau, segala sesuatu yang terjadi pada saat ini merupakan hasil dari pilihan-pilihan yang Anda lakukan di masa silam. Sayangnya, banyak dari kita melakukan pilihan-pilihan secara tidak sadar, dan karenanya tidak merasa bahwa itu merupakan pilihan-pilihan. Padahal, begitulah kenyataan sebenarnya.

Seandainya saya menghina Anda, besar sekali kemungkinannya Anda akan melakukan pilihan untuk marah. Jika saya memberikan pujian kepada Anda, besar sekali kemungkinannya Anda melakukan pilihan untuk merasa senang atau tersanjung. Namun baik marah atau senang, keduanya sama-sama merupakan pilihan.

Saya dapat menyinggung atau menghina Anda, dan Anda dapat melakukan pilihan untuk tidak merasa tersinggung atau marah. Saya dapat memuji Anda dan Anda dapat melakukan pilihan untuk tidak merasa tersanjung.

Dengan perkataan lain, kebanyakan dari kita – meski kita senantiasa merupakan pembuat pilihan – menjadi kumpulan gumpalan refleks terkondisi yang senantiasa dipicu oleh orang dan keadaan untuk melakukan sesuatu, yakni perilaku yang dapat di prakirakan. Refleks-refleks terkondisi ini adalah seperti yang terjadi dalam eksperimen yang dilakukan oleh Pavlov. Ia mendemonstrasikan bahwa jika seekor anjing diberi suatu makanan setiap kali lonceng dibunyikan, maka kemudian air liur anjing itu akan mulai mengalir begitu lonceng dibunyikan; hal ini karena anjing tersebut mengasosiasikan rangsangan bunyi dengan makanan, yang menyebabkan air liurnya mulai mengalir.

Kebanyakan dari kita, sebagai akibat pengkondisian, mempunyai tanggapan-tanggapan yang dapat di prakirakan dan bersifat repetitif terhadap rangsangan-rangsangan di lingkungan hidup kita. Reaksi-reaksi kita seakan-akan secara otomatis dipicu oleh orang dan keadaan. Kita lupa bahwa reaksi-reaksi itu tetap saja merupakan pilihan-pilihan yang kita lakukan pada setiap saat dalam hidup kita. Kita cuma melakukan pilihan secara tidak sadar.

Apabila Anda melakukan pilihan yang manapun, Anda dapat menanyakan dua hal pada diri Anda sendiri. Pertama : “Apakah konsekuensi dari pilihan yang kuambil ini?” Dalam hati Anda akan langsung tahu jawabannya. Pertanyaan kedua : “Apakah pilihan yang kulakukan sekarang ini mendatangkan kebahagiaan bagiku dan orang-orang disekelilingku?” Jika jawabannya ya, ambillah pilihan itu. Namun jika jawabannya tidak, jika pilihan itu menimbulkan masalah bagi Anda atau orang-orang di sekeliling Anda, janganlah pilihan itu Anda ambil. Begitu sederhana persoalannya.

Hanya ada satu pilihan diantara sekian banyak yang tersedia setiap saat, yang akan menciptakan kebahagiaan bagi Anda serta orang-orang di sekitar Anda. Dan jika Anda melakukan pilihan itu, maka itu akan menghasilkan suatu bentuk perilaku yang disebut tindakan tepat secara spontan. Tindakan tepat secara spontan ini adalah tindakan tepat terhadap setiap situasi pada saat kejadiannya. Tindakan ini yang memupuk Anda serta setiap orang yang terkena dampak tindakan itu.

Ada suatu mekanisme sangat menarik yang dimiliki jagat raya untuk membantu Anda mengambil tindakan tepat secara spontan. Mekanisme itu ada hubungannya dengan perasaan-perasaan dalam tubuh Anda. Tubuh Anda mengalami dua jenis perasaan : perasaan senang atau nyaman, dan perasaan tidak senang atau gelisah. Pada saat Anda dengan sadar melakukan suatu pilihan, arahkan perhatian pada tubuh Anda. Tanyakan pada tubuh Anda, “Jika aku melakukan pilihan ini, apakah yang terjadi?” Jika tubuh Anda mengirimkan pesan senang/nyaman, maka pilihan Anda benar. Jika tubuh Anda mengirimkan pesan ketidaksenangan/gelisah, maka itu bukan pilihan yang tepat. Pesan itu berupa perasaan tertentu di hulu hati atau di dada pada bagian jantung; mungkin saja sangat samar, tetapi jelas ada, di dalam tubuh Anda.

Anda dapat menggunakan Kaidah tentang Karma guna menciptakan uang dan kemakmuran, serta aliran segala hal yang baik kepada Anda, setiap saat Anda menghendakinya.  Tetapi pertama tama, Anda harus menjadi benar-benar sadar bahwa masa depan Anda dibangkitkan oleh pilihan-pilihan yang Anda lakukan pada setiap saat dalam kehidupan Anda. Jika ini Anda lakukan secara teratur, maka Anda memanfaatkan Kaidah tentang Karma dengan sepenuhnya. Semakin sering Anda membawa pilihan Anda ke tingkat kesadaran yang sepenuhnya, semakin sering pula Anda melakukan pilihan-pilihan spontan yang tepat, bagi Anda maupun bagi orang-orang disekitar Anda.

@@@@@@@@@

Bagaimana dengan karma masa silam dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan Anda sekarang? Ada 3 hal yang dapat Anda lakukan tentang karma masa silam. Yang pertama adalah menebus hutang karma Anda. Kebanyakan orang melakukan hal itu, tentu saja secara tidak sadar. Mungkin Anda juga termasuk orang-orang itu. Kadang-kadang pelunasan hutang karma melibatkan banyak penderitaan, namun menurut Kaidah tentang Karma tidak ada utang di jagat raya ini yang tidak harus dilunasi. Di alam kehidupan ini ada sistem pembukuan yang sempurna, dan segala sesuatu merupakan pertukaran energi yang senantiasa berlangsung bolak balik.

Hal kedua yang dapat Anda lakukan adalah mengalihkan atau mengubah karma Anda ke suatu pengalaman yang lebih menyenangkan. Ini merupakan suatu proses yang sangat menarik. Dalam proses itu Anda bertanya kepada diri sendiri,  sementara Anda menebus utang karma Anda, “Apakah pelajaran yang dapat kupetik dari pengalaman ini? Apa sebabnya ini terjadi dan apakah pesan yang disampaikan jagat raya kepadaku? Bagaimana aku dapat membuat pengalaman ini bermanfaat bagi sesama manusia?”

Dalam bertanya pada diri sendiri seperti itu, Anda berupaya menemukan benih peluang lalu mempertalikan benih peluang itu dengan dharma Anda, dengan tujuan hidup Anda, yang nanti akan dibahas dalam Kaidah Spiritual Ketujuh dari Sukses. Pertalian tersebut akan memungkinkan Anda mentransmutasikan karma menjadi suatu pengungkapan baru. 

Umpamanya, jika Anda mengalami kecelakaan yang menyebabkan kaki Anda patah sewaktu sedang berolahraga, maka Anda dapat bertanya pada diri Anda, “Pelajaran apakah yang dapat kupetik dari pengalaman ini? Pesan apakah yang disampaikan jagat raya kepadaku? Mungkin pesan ini adalah agar Anda jangan terlalu memaksa diri dan lain kali lebih berhati-hati atau lebih memperhatikan tubuh Anda. Dan jika dharma Anda adalah mengajarkan hal-hal yang Anda ketahui kepada orang lain, maka dengan bertanya, “Bagaimana aku dapat memanfaatkan pengalaman ini demi sesama manusia?”, Anda dapat saja memutuskan untuk berbagi pengalaman itu dengan menulis buku tentang aspek keselamatan dalam berolahraga. Atau bisa juga Anda merancang sepatu khusus atau pengaman kaki yang mencegah terjadinya cedera seperti yang Anda alami.

Dengan cara seperti itu, sementara Anda menebus utang karma Anda, sekaligus Anda juga telah menjelmakan kemalangan menjadi keuntungan yang dapat menghasilkan kekayaan dan kepuasan batin bagi Anda. Inilah yang disebut transmutasi karma Anda menjadi suatu pengalaman positif. Dengannya Anda bukan lantas terhindar dari hukum karma, namun Anda telah mampu menciptakan suatu karma baru yang bersifat positif dari suatu babak karma Anda yang seharusnya.

Cara ketiga dalam berurusan dengan karma adalah dengan mengatasinya secara transendental, sehingga menjadi tidak tergantung padanya. Caranya adalah dengan senantiasa masuk ke dalam jati diri, ke dalam roh untuk mengalaminya. Ini dapat diandaikan seperti mencuci kain yang kotor di sungai. Setiap kali Anda mencucinya, berarti Anda melepaskan sedikit kotoran yang melekat. Anda mencucinya berulang-ulang, dan setiap kali dicuci kain itu menjadi sedikit lebih bersih dari sebelumnya. Anda mencuci - atau mentransendentalkan – benih-benih karma Anda dengan cara memasuki celah yang menuju ke jatidiri dan keluar lagi. Tentu saja ini dilakukan melalui meditasi.

Segala perbuatan, segala tindakan, merupakan episode karma. Minum secangkir kopi adalah suatu episode karma. Tindakan itu membangkitkan ingatan, dan ingatan memiliki kemampuan atau potensialitas untuk membangkitkan hasrat atau keinginan. Sementara hasrat ini kembali membangkitkan tindakan. Perangkat lunak operasional dari jiwa Anda adalah karma, ingatan, dan hasrat. Jiwa Anda adalah suatu gumpalan kesadaran yang memiliki benih-benih karma, ingatan dan hasrat. Dengan menjadi sadar akan adanya benih-benih manifestasi ini, Anda pun menjadi pembangkit realitas yang melakukannya dengan sadar. Dengan menjadi pembuat pilihan yang sadar, Anda pun mulai membangkitkan tindakan-tindakan yang bersifat evolusioner bagi Anda serta orang-orang di sekeliling Anda. Dan hanya itulah yang perlu Anda lakukan.

Selama karma bersifat evolusioner – bagi Diri dan juga setiap orang yang berurusan dengan Diri – maka buah yang diperoleh dari karma adalah kebahagiaan dan sukses.

@@@@@@@@@


MENERAPKAN KAIDAH TENTANG KARMA ATAU SEBAB AKIBAT

Aku akan memberlakukan Kaidah tentang Karma dengan berjanji pada diri sendiri untuk melakukan langkah-langkah berikut :

  1. Hari ini aku akan mengamati dan menjadi saksi pilihan-pilihan yang kulakukan setiap saat. Dan dengan mengamati pilihan-pilihan itu, aku akan membawanya ke kesadaran yang sejati, ke keinsafan. Aku akan tahu bahwa cara terbaik untuk menyiapkan diri bagi setiap saat di masa depan adalah dengan bersikap insaf sekarang.

  1. Setiap kali aku melakukan suatu pilihan, aku akan menanyakan dua hal pada diriku sendiri “Apakah konsekuensi-konsekuensi dari pilihan yang kulakukan ini?” dan “Apakah pilihan ini akan mendatangkan kepuasan batin dan kebahagiaan bagiku dan juga bagi orang-orang yang terkena pengaruh pilihan ini?”

  1. Kemudian aku akan meminta bimbingan hatiku dan di pandu oleh senang atau ketidaksenangan yang datang daripadanya. Jika pilihan terasa mengenakkan hati, akan kuteruskan langkahku. Namun jika pilihan terasa tidak mengenakkan hati, aku akan berhenti dulu dan dengan mata batinku memantau konsekuensi-konsekuensi dari tindakanku. Bimbingan ini akan memungkinkan aku melakukan pilihan tepat secara spontan, bagi diriku sendiri serta semua yang ada di sekelilingku.
  
By : DEEPAK CHOPRA (7 Kaidah Spiritual Sukses)                       

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Japamala: Cara Menggunakan dan Maknanya

Triangle Pose (Trikonasana), Manfaatnya untuk Kesehatan