#2# KAIDAH TENTANG MEMBERI
Jagat raya melalui pertukaran
dinamis…
Memberi dan menerima merupakan
aspek-aspek
Lain dari arus energi di jagat raya.
Dan dalam kesediaan kita untuk
Memberikan hal yang kita dambakan,
Kelimpahruahan jagat raya
Akan tetap bersikulasi di dalam
hidup kita.
Wadah ringkih ini kau kosongkan
saban kali, dan terisi kembali dengan kehidupan baru. Seruling buluh ini kau
bawa terus melalui bukit dan lembah, dan kau lantunkan melaluinya melodi-melodi
yang senantiasa baru…
Pemberianmu yang tak terhingga datang
padaku hanya ke tanganku yang begitu kecil. Waktu demi waktu berlalu, dan kau
terus saja menuangkan, dan masih saja selalu ada tempat untuk diisi.
Rabindranath Tagore,
Gitanjali
Kaidah spiritual
kedua dari sukses adalah Kaidah tentang
Memberi, yang juga dapat disebut Kaidah
tentang Memberi dan Menerima, sebab jagat raya bertindak, berfungsi,
melalui pertukaran yang dinamis. Tidak ada sesuatu pun yang statis, yang tetap
seperti sediakala. Tubuh Anda berada dalam keadaan pertukaran yang dinamis dan
berlangsung secara senantiasa dengan tubuh jagat raya; pikiran Anda
berinteraksi secara dinamis dengan pikiran kosmos; energi Anda merupakan
ungkapan dari energi jagat raya.
Arus
kehidupan pada hakikatnya adalah interaksi harmonis dari segala unsur dan daya
yang membentuk medan
eksistensi. Interaksi harmonis dari unsur-unsur
serta daya-daya dalam kehidupan Anda berfungsi sebagai Kaidah tentang Memberi. Karena tubuh dan pikiran Anda senantiasa
berada dalam keadaan pertukaran dinamis dengan jagat raya, maka menghentikan
sirkulasi energi dapat diibaratkan sebagai menghentikan aliran darah. Begitu
darah berhenti mengalir, maka akan mulai berlangsung proses penggumpalan. Darah
akan membeku. Itulah sebabnya Anda perlu memberi dan menerima agar kekayaan dan
kemakmuran – atau apa saja yang Anda inginkan dalam kehidupan – dapat terus
bersikulasi dalam kehidupan Anda.
Semua
perhubungan bersifat memberi dan menerima. Memberi bertalian dengan menerima,
dan menerima bertalian dengan memberi. Apa yang naik harus turun; apa yang
keluar harus kembali. Pada hakikatnya, menerima adalah hal yang sama dengan
memberi, karena memberi dan menerima merupakan aspek-aspek lain dari arus
energi jagat raya. Dan jika Anda hentikan aliran satu daripadanya, maka Anda mengintervensi
kecerdasan alam.
Dalam
setiap benih terkandung bakat ribuan tumbuhan. Namun benih itu tidak boleh
disimpan saja; benih itu harus memberi kecerdasannya kepada tanah subur. Lewat
pemberiannya itu, energinya yang tak nampak mengalir menjadi manifestasi
materiil.
Semakin
banyak Anda memberi, semakin banyak pula Anda menerima, sebab kelimpahruahan
jagat raya akan tetap bersikulasi dalam kehidupan Anda. Pada hakikatnya, segala
sesuatu yang bernilai dalam kehidupan hanya akan menjadi berlipat ganda apabila
diberikan. Apa yang tidak berlipat ganda lewat pemberian, tidak ada nilainya
untuk diberikan maupun untuk diterima. Jika melalui tindakan memberi, Anda
merasa bahwa Anda kehilangan sesuatu, maka pemberian itu tidak benar-benar
diberikan dan takkan menyebabkan terjadinya pelipatgandaan. Jika Anda
memberikan tanpa kerelaan, maka tidak ada energi di balik pemberian itu.
Jadi niat
yang mendasari pemberian dan penerimaan merupakan hal yang terpenting. Niat itu
harus senantiasa berupa kehendak untuk menciptakan kebahagiaan bagi pemberi dan
penerima, sebab kebahagiaan memelihara dan menopang kehidupan dan karenanya
menyebabkan terjadinya pertambahan. Imbalan yang diperoleh akan berbanding
langsung dengan pemberian, apabila pemberian itu berlangsung secara tulus
ikhlas. Itulah sebabnya mengapa tindakan memberi harus menyenangkan; keadaan
pikiran haruslah sedemikian rupa, bahwa Anda merasakan kesenangan dalam
melakukan tindakan memberi. Maka energi di belakang tindakan memberi itu akan menjadi berlipat
ganda.
Mempraktekkan
Kaidah tentang Materi sebenarnya
sangat gampang; jika Anda menginginkan kesenangan, berikanlah kesenangan pada
orang lain; jika Anda menginginkan cinta kasih, belajarlah memberi cinta
kasih,; jika perhatian dan penghargaan yang Anda inginkan, maka belajarlah
memberi perhatian dan penghargaan; jika menginginkan kekayaan material,
bantulah orang lain menjadi kaya di segi material. Pendek kata, cara termudah
untuk memperoleh apa yang Anda inginkan adalah dengan membantu orang lain
memperoleh apa yang mereka inginkan. Prinsip ini berlaku baik bagi perorangan,
perusahaan, masyarakat maupun Negara. Jika Anda ingin dikaruniai segala hal
yang baik dalam hidup, belajarlah untuk mendoakan agar setiap orang dikaruniai
hal yang baik dalam hidup.
Bahkan
pemikiran untuk memberi, atau doa saja sudah memiliki kekuatan yang berpengaruh
terhadap orang-orang lain. Ini karena tubuh kita, dalam keadaan hakikatnya,
merupakan gumpalan energi dan informasi di dalam jagat energi dan informasi.
Kita semua adalah gumpalan-gumpalan kesadaran di dalam suatu jagat kesadaran. Implikasi
dari kata “kesadaran” lebih daripada energi dan informasi saja; implikasinya
adalah energi dan informasi yang hidup sebagai pemikiran. Karenanya kita adalah
gumpalan-gumpalan pemikiran di dalam suatu jagat raya yang berpikir. Dan
pikiran memiliki kekuatan untuk mengubah, mentransformasikan.
Kehidupan
merupakan tarian abadi dari kesadaran yang mengekspresikan dirinya sebagai
pertukaran dinamis dari berbagai dorongan kecerdasan antara mikrokosmos dan
makrokosmos, antara tubuh manusia dan tubuh jagat raya, antara pikiran manusia
dan pikiran jagat raya.
Apabila
Anda telah dapat memberi apa yang Anda dambakan, maka Anda mengaktifkan dan
mengatur pola tarian abadi itu dengan gerakan indah, penuh energi dan vital,
yang merupakan denyutan yang tak henti-hentinya dari kehidupan.
@@@@@
Cara
terbaik untuk mengoperasikan Kaidah
tentang Memberi – untuk memulai segenap proses sirkulasi – adalah mengambil
keputusan bahwa kapan pun Anda berurusan dengan orang lain, Anda akan
memberikan sesuatu kepada mereka. Pemberian itu tidak harus berbentuk
kebendaan. Anda dapat memberikan bunga, tetapi juga dapat berupa pujian, atau
doa. Sebenarnya, bentuk pemberian dengan kekuatan terbesar adalah yang
berbentuk bukan material. Pemberian kepedulian, perhatian, kasih sayang,
perhatian, dan cinta merupakan beberapa hal paling berharga yang dapat Anda
berikan, dan untuk itu Anda sama sekali tidak dibebani pengeluaran material.
Apabila berjumpa seseorang, Anda dapat dalam hati mendoakan kebahagiaan dan
keceriaan baginya. Pemberian bersifat hening ini sangat besar kekuatannya.
Salah satu
hal yang diajarkan pada saya ketika masih kanak-kanak, dan yang juga saya
ajarkan kepada anak-anak saya, adalah jangan pernah datang ke rumah orang lain
tanpa membawakan sesuatu; jangan sekali-kali berkunjung pada orang tanpa
memberikan buah tangan. Anda dapat saja berkata, “Bagaimana mungkin saya
memberi pada orang lain pada saat saya sendiri dalam keadaan kekurangan?” Anda
dapat saja membawakan bunga. Sekuntum bunga. Anda dapat datang dengan berbekal
pemberian pujian. Atau doa.
Ambillah
keputusan untuk memberi ke mana pun Anda pergi, memberikan sesuatu kepada orang
yang akan Anda jumpai. Selama Anda memberi, Anda akan menerima. Semakin banyak
Anda memberi, semakin tebal pula keyakinan Anda akan dampak menakjubkan dari
kaidah ini. Dan semakin banyak Anda menerima, kesanggupan Anda untuk memberi
juga akan meningkat.
Sifat
sejati kita adalah kelimpahruahan; kita makmur secara alamiah, sebab alam
mendukung setiap kebutuhan dan keinginan. Kita tidak kekurangan apa-apa, sebab
sifat hakiki kita berupa ppotensialitas murni dan kemungkinan-kemungkinan yang
tak terhingga. Karenanya, Anda harus tahu bahwa Anda sesungguhnya sudah
senantiasa makmur, tidak peduli betapa banyak atau sedikit uang yang Anda
miliki, karena sumber segala kekayaan adalah medan potensialitas murni;
kesadaranlah yang tahu bagaimana cara memenuhi segala kebutuhan, termasuk
kegembiraan, cinta, keceriaan, kedamaian, harmoni, dan pengetahuan. Jika
hal-hal ini yang terlebih dulu Anda dambakan – bukan Cuma untuk Anda sendiri,
tetapi juga untuk orang lain – maka semua hal lainnya akan datang dengan
sendirinya.
MENERAPKAN KAIDAH TENTANG MEMBERI
Aku akan
memberlakukan Kaidah tentang Memberi dengan
berjanji pada diri sendiri untuk melakukan langkah-langkah berikut :
- Kemanapun aku pergi, dan siapa
pun yang kujumpai, aku akan memberikan sesuatu. Sesuatu itu dapat berupa
ucapan salam dan pujian, dapat berupa bunga, atau doa. Hari ini aku akan
memberikan sesuatu kepada siapa saja yang kujumpai, dan dengannya aku
memulai proses mensirkulasikan kegembiraan, kekayaan dan kemakmuran dalam
hidupku dan kehidupan orang lain.
- Hari
ini akan dengan perasaan berterima kasih menerima segala pemberian dari
kehidupan kepadaku. Akan
kuterima hadiah-hadiah alam : sinar surya dan suara burung berkicau, atau
siraman hujan. Aku juga akan membuka diri untuk menerima pemberian dari
orang lain, baik berupa kebendaan, uang, kata pujian, atau doa.
- Aku berjanji akan senantiasa
menjaga kelancaran sirkulasi kekayaan dalam hidupku dengan cara memberi
dan menerima hadiah-hadiah paling berharga dalam kehidupan : hadiah
perhatian, kasih sayang, penghargaan, dan cinta. Setiap kali aku berjumpa
dengan seseorang, dalam hati akan mendoakan kebahagiaan, kegembiraan dan
keceriaan baginya.
By : DEEPAK CHOPRA (7 Kaidah
Spiritual Sukses)
Komentar
Posting Komentar