Mala Beads untuk Meditasi


Manik-manik mala cantik yang Anda lihat dikenakan oleh instruktur yoga Anda sebenarnya lebih dari sekadar fashion. Untaian manik-manik ini sebenarnya merupakan alat meditasi dan doa tradisional yang digunakan oleh berbagai budaya di seluruh dunia. Digunakan untuk meditasi japa, di mana fokusnya adalah pada pengulangan mantra atau kata, Anda mungkin menemukan mala sebagai tambahan yang berguna untuk latihan meditasi Anda.
Apa itu Kalung dan Gelang Mala?
Manik-manik mala dikenal dengan banyak nama. Anda mungkin melihat mereka disebut sebagai japamala, tasbih, kalung mala, gelang mala, atau perhiasan mala. Mereka umumnya digunakan oleh umat Buddha, Hindu, Jain, dan beberapa Sikh untuk praktik meditasi yang dikenal sebagai japa, yang melibatkan fokus pada pengulangan mantra.
Mala itu sendiri biasanya memiliki 108 manik-manik dan digunakan selama meditasi sebagai cara untuk menghitung pengulangan atau napas. Manik-manik dapat dibuat dari berbagai kayu atau batu permata. Batu dan warna yang berbeda dapat memiliki makna dan maksud yang terkait dengannya. Cendana mala sangat umum dan titik awal yang terjangkau bagi banyak pemula. Anda juga mungkin memperhatikan bahwa kebanyakan malas memiliki rumbai atau manik guru (alias sumeru, bindu, atau stupa). Ini untuk menandai awal dan akhir dari meditasi Anda. Selain menjadi alat hitung, mala juga membantu menjaga pikiran Anda fokus dan membantu memandu perhatian Anda jika pikiran Anda melayang.
Mala dapat dipakai sebagai kalung atau gelang dan telah menjadi aksesoris mode yang trendi di antara banyak praktisi yoga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Japamala: Cara Menggunakan dan Maknanya

Triangle Pose (Trikonasana), Manfaatnya untuk Kesehatan