Melawan Syaraf Terjepit dengan Yoga
Sakit punggung merupakan salah satu
keluhan yang banyak dirasakan oleh manusia. Tidak dipungkiri bahwa kegiatan
yang padat dan berat merupakan salah satu faktor penyebab penyakit ini. Tidak
hanya pada orang lanjut usia, di umur-umur produktif pun banyak yang
mengeluhkan sakit punggung. Untuk menanganinya ada banyak hal yang bisa
dilakukan, mulai dari mengkonsumsi obat, hingga berbagai jenis terapi seperti
yang dilakukan pada fisioterapi maupun alternatif. Tidak hanya itu ada salah
satu jenis olahraga yang semakin populer saat ini, yaitu yoga, juga dapat
dijadikan sebagai pilihan untuk meredakan sakit punggung.
Tulang punggung manusia, sebenarnya
tidak berbentuk lurus, namun memiliki lekukan tertentu pada beberapa bagian.
Namun seringkali tidak disadari tubuh manusia memiliki kebiasaan melakukan
gerakan yang berlawanan dengan lekukan alaminya. Misalnya saja membungkukkan
badan ke arah depan. Hal ini akan membuat struktur tulang punggung tidak berada
pada bentuk yang semestinya. Gerakan-gerakan inilah yang membuat tekanan
konstan pada bagian-bagian tertentu di sepanjang area punggung. Sehingga sakit
pada bagian tengkuk, punggung, dan pinggang dapat diakibatkan oleh postur yang
membungkuk.
Pose membungkuk memang
tidak sesuai dengan bentuk alamiah keseluruhan tulang punggung manusia. Selain
mempercepat proses pembungkukan pada area kypho (hyperkhiposis) sebagaimana yang dialami oleh lansia,
apabila ditunjang dengan gaya hidup yang buruk, seperti pola makan, stres,
istirahat yang kurang, serta jarang berolahraga, ditengarai pose bungkuk akan
membuat pengeroposan tulang atau osteoporosis.
Tulang punggung
masnusia adalah sederetan ruas yang dilengkapi dengan bantalan seperti gel yang
menjembatani di antaranya. Gel tersebut berisikan inti bernama nucleus dan pembatas pinggirnya yang dinamakan annulus.
Pada postur bungkuk akan merusak keharmonisan kondisi antara ruas-ruas tulang.
Sehingga sisi depan mengalami penekanan lebih banyak yang mempercepat proses
perusakan bagian gel (cakram) pelindung antar ruas. Dari arah yang tertekan
pada satu sisi itulah akan bergerak menggeser ke belakang kemudian merobek
annulus, kemudian menekan syaraf yang berada di belakang ruas tulang punggung.
Kondisi inilah yang
dinamakan syaraf terjepit atau pinch nerve, di mana saraf, terjepit oleh tekanan inti gel
keluar. Tekanan saat membungkuk akan terjadi pada area ruas tulang punggung
bawah atau lumbar ke lima dan ke empat dan menekan syaraf sciatica,
yaitu syaraf yang terbesar dan terpanjang dari seluruh struktur tubuh manusia.
Syaraf terjepit atau dalam bahasa
kedokterannya adalah HNP (Herniated Nucleus Pulposus) merupakan masalah yang
disebabkan oleh bocornya inti gel keluar dari tempatnya dibanding areal syaraf
yang sedang sakit. Gejala yang dialami oleh penderita adalah rasa sakit pada
bagian punggung bawah merambat ke paha belakang hingga ke jari-jari kaki.
Kadang hanya rasa menggelitik, kesemutan, atau mati rasa. Namun akan
menimbulkan rasa kebas pada bagian kaki yang menyebabkan ketidakleluasaan
hingga ketidakmampuan untuk menggerakkan kaki.
Mengatasi saraf terjepit dengan
yoga adalah salah satu terapi yang cukup efektif. Jika syaraf terjepit yang
terjadi karena posisi membungkuk ke depan yang mengakibatkan inti gel keluar
dan menekan syaraf, maka melalui yoga akan membalikkan gerakkan tersebut ke
arah belakang. Sangat masuk akal jika cara ini dapat meringankan tekanan gel
pada syaraf, serta dengan intensitas tertentu mampu membuat gel tersebut masuk
kembali ke posisi semula dan membebaskan syaraf sama sekali.
Berikut adalah sederet pose-pose
yoga yang akan meringankan gejala HNP.
Trikonasana
Pose yoga ini dilakukan jika
problem syaraf terjepit belum terlalu parah atau telah mereda. Gerakana
trikonasana akan menyelaraskan tulang punggung, susunan syaraf, fleksibilitas
pinggul, dan lain-lain. Lakukan selama 15 detik pada setiap gerakan dan ulangi
hingga 3-4 kali.
Ustrasana
Pose ini akan membebaskan syaraf serta melatih kelenturan tulang
punggung, pingggang, serta kekuatan paha untuk menopang tubuh lebih kuat dan
berdiri tegak. Lakukan selama 30-45 detik.
Upavistha konasana
Pose ini akan membuat pinggang menjadi lebih fleksibel, serta
memberi sensasi lengkungan yang tepat bagi areal punggung bawah. Lakukan pose
ini selama 60 detik.
Bharadvajasana kursi
Pose ini akan melembutkan otot latisimus dorsi yang membantu
menopang tubuh terutama bagi mereka dengan postur membungkuk. Lakukan selama 15-30 detik pada setiap gerakan.
Setu
bandha sarvangasana
Pose ini akan membantu membuat
tulang punggung kembali ke lengkungan awalnya. Hal ini akan membuat syaraf
siatika terasa nyaman akibat tekanan yang dialami mereda. Lakukan pose ini
selama 3-5 menit.
Savasana
Pose ini merupakan gerakan penutup
yang wajib dilakukan untuk memberi kesempatan tubuh merangkum seluruh manfaat
dari ‘reparasi’ yang dilakukan.
diambil dari : http://sarafkejepit.com/






Komentar
Posting Komentar