Fungsi Yoga Dalam Perawatan Sistem Tubuh Manusia

SISTEM SIRKULASI DARAH

Sirkulasi darah adalah salah satu elemen utama dalam tubuh. Darah mengangkut oksigen dan beragam substansi penting yang diperlukan ke seluruh penjuru. Secara normal seluruh penjuru tubuh manusia akan tersentuh oleh darah. Sistem sirkulasi ini memiliki semacam alat generator bernama jantung, ia bertugas memompa darah keluar dan masuk.
Keluar membawa oksigen segar, masuk untuk kemudian dioper kembali ke paru-paru dan diisi oleh oksigen. Seluruh bentuk peredaran darah ini sangat menentukan kualitas hidup seorang manusia. Tidaklah berlebihan apabila dikatakan bahwa jantung yang sehat menjadi indikator mutlak tingkat kesehatan seseorang.

Asana (olah postur) yoga dapat membantu kesehatan sistem sirkulasi darah tersebut lewat berbagai macam cara.


Pose back bend semacam ini membuat jantung berada dalam kondisi teregang secara longitudinal, secara alamiah ia akan berada dalam situasi stimulatif yang bersifat sangat positif. Seperti mendapatkan rangsangan layaknya otot yang dipijat untuk mendapatkan aliran darah lebih banyak. Ahli bedah jantung dalam keadaan darurat, sering melakukan hal yang sama dengan memijat langsung untuk memancing reaksi dari jantung. Dalam yoga kita melakukannya secara alamiah dan dekat dengan keseharian.
Secara empiris menurut BKS Iyengar, tindakan ini juga mampu menghilangkan sumbatan saluran koroner. Bagi penderita darah rendah, kondisi ini bisa jadi agak menyulitkan, mempergunakan alat bantu seperti ini, membuat back bend bisa menjadi fase yang nyaman untuk mereka.
Selain itu, sistem sirkulasi darah juga bisa distimulasi dengan mempergunakan rangsangan melalui upaya pembolak-balikkan posisi tubuh. Mempermainkan efek gravitasi, membuat darah memiliki efek dorong yang lebih aktif guna mencapai atau meninggalkan organ tubuh. Jantung teringankan kerjanya karena ia tidak perlu terlalu keras memompa darah agar kembali, beberapa bagian organ tubuh yang jauh dari posisi gravitasi seperti otak, tiroid, mata dan organ mulut misalnya akan mendapatkan darah segar penuh oksigen lebih banyak dari biasanya.

Kesehatan saluran darah yang juga menentukan sistem sirkulasi pun bisa terbantu dengan stimulasi semacam ini, untuk menambah daya dorong dari darah dalam menjebol sumbatan akibat tumpukan lemak yang berlebihan, misalnya.

SISTEM RESPIRATORI
Kadang hidup manusia dilihat dari kondisinya yang masih bernafas atau tidak. Respiratory atau pernafasan memang diidentikkan dengan daya hidup manusia. Tugas organ pernafasan adalah menghirup oksigen dalam jumlah yang cukup, dan menghembuskan karbon dioksida sebagai ampas metabolisme dari tubuh manusia.
Generator dari sistem ini supaya bisa bekerja dengan sempurna adalah sebuah organ besar bernama paru-paru, ia bertugas memasukkan oksigen ke dalam darah yang diterimanya dari jantung. Lalu oksigen tersebut diberikan ke seluruh penjuru organ tubuh yang memerlukannya.
Walau terletak di bagian rongga dada yang memiliki otot besar (pectoral) serta terkoneksi dengan otot bahu yang sangat dominan, kerja paru-paru sejatinya ditentukan oleh sebuah otot internal yang melintang dan berbentuk kubah di antara rongga dada dan perut, otot tersebut bernama diafragma. Ia akan bergerak turun ke bawah saat kita menarik nafas memberi ruang kepada paru-paru untuk mengembang secara maksimal agar mampu menyerap oksigen sebanyak mungkin, ia lalu akan bergerak ke atas untuk mendorong paru-paru mengecil agar karbon dioksida dapat dibuang sebanyak-banyaknya.
Secara alamiah, manusia di usia dini mempergunakan otot ini secara maksimal. Perhatikan betapa bayi atau anak kecil akan bernafas dengan menaik turunkan perutnya secara teratur. Sebuah kebiasaan yang sering ditinggalkan saat manusia beranjak dewasa. Jadi jangan heran, semakin dewasa kita, semakin sering problematika pernafasan datang menyerang.
Asana Yoga dapat menstimulasi kondisi paru-paru sedemikian rupa hingga kesehatannya selalu terjaga dengan baik. Setubandha Sarvangasana ini misalnya, perhatikan betapa dada berada dalam kondisi terbalik, sehingga paru-paru yang menyempit akibat kesalahan postural misalnya, mau tidak mau akan mengembang mengikuti lengkungan yang dilakukan. Selain membuat areal dada dipenuhi oleh darah, kondisi demikian memaksa paru-paru untuk aktif akibat rangsangan yang diterimanya.

Daya tarik gravitasi juga membuat otot diafragma yang tidak terpakai secara maksimal dan mungkin mengeras, menjadi lebih aktif serta lebih elastis. Sekaligus melepaskan kontraksi berlebihan pada organ perut, itulah sebabnya banyak pelaku yoga yang memiliki problema pencernaan, pasca melakukan pose ini, merasakan kepalanya pusing. Kita harus segera meng-alter efek dari pose ini dengan memberikan pose restorative lain yang berlawanan fungsi.
Di sisi lain tidak semua orang yang mengalami problematika pernafasan bisa mendapatkan treatment seperti demikian. Mereka yang memiliki fenomena dada cekung (tulang dada/sternum-nya agak menjorok ke dalam) secara alamiah pasti akan mengalami kesulitan untuk bernafas apabila pose di atas diaplikasikan secara mendadak.
Segera adaptasikan dengan pose savasana bersanggakan guling seperti di atas ini, untuk membuat paru-parunya terangkat dan berfungsi lebih baik, otot diafragma pun otomatis bisa bekerja dengan lebih sempurna.

SISTEM LIMFATIK
Ini adalah sistem pertahanan tubuh kita dalam membuang racun internal kelenjar dan menjaga tubuh kita dari serbuan alien yang mungkin merugikan kesehatan. Kerjanya ditentukan oleh beragam saluran serta kelenjar yang tersebar di seluruh tubuh, terutama di bagian lipatan-lipatan sendi. Sayangnya walaupun vital, sistem ini tidak memiliki generator layaknya sistem pernafasan atau darah. Kerjanya murni distimulasi oleh gerakan-gerakan yang dilakukan oleh tubuh. Maka apabila kita ingin fungsi sistem ini berjalan dengan sempurna mau tidak mau kita harus selalu bergerak dengan dosis yang tepat.
Itulah sebabnya orang yang sakit dan divonis harus beristirahat total lalu menerjemahkannya dengan tidak pernah pergi dari tempat tidur, biasanya justru sembuh lebih lama ketimbang mereka-mereka yang beristirahat secara wajar. Atau mereka yang malas bergerak, lebih mudah terserang penyakit ketimbang rekannya yang lebih aktif.
Namun bukan berarti kita harus secara over dosis menjadi aktif. Karena apabila hal tersebut dilakukan, bukannya menguat, sistem limfatik kita bisa jadi malah seperti kehabisan energi dan melemah sehingga mudah dikalahkan oleh hal-hal negatif yang muncul dari luar maupun dalam tubuh.

Utkatasana adalah salah satu contoh pose yoga yang sangat mengaktifkan sistem limfatik tubuh kita. Lihat betapa seluruh persedian utama tubuh manusia teraktifkan di pose ini. Karena seperti telah diutarakan di atas, kelenjar limfatik umumnya banyak bercokol di areal tersebut, otomatis kondisi demikian membuat sistem pertahanan ibarat digertak dan menjadi lebih aktif dan reaktif terhadap segala macam gangguan.
Bagi mereka yang memiliki keterbatasan kekuatan karena perkembangan usia ataupun jam terbang yoga yang masih minim, pemakaian alat bantu seperti di samping ini dapat memaksimalkan hasil yang ingin didapat tanpa harus kehilangan detil alignment dari masing-masing pose.
Menggertak sistem limfatik ini lewat asana yoga, juga sebenarnya tidak terlalu sulit. Hampir seluruh tradisi yoga yang memaksimalkan pemakaian asana sebagai salah satu kegiatan rutin, bisa dimanfaatkan dan menjadi pilihan. Contohnya seperti sekuel Surya Namaskar yang dilakukan secara rutin sesuai kemampuan.

SISTEM SARAF
Segala macam aktivitas yang terjadi pada tubuh, terkait erat dengan sistem saraf tubuh kita. Sistem ini sangat kompleks, terdiri dari 3 elemen penting : Otak, susunan saraf tulang belakang (spinal cord) dan saraf itu sendiri. Koordinasi antar sistem terjadi akibat kerjasama triliunan sel terkait bernama neuron, yang saling berhubungan lewat semacam sensasi kejut listrik dan berlangsung secepat kilat lewat jaringan yang berbentuk mirip dengan sambungan kabel.
Sistem saraf tubuh kita ada yang berbentuk kumpulan saraf mengatur fungsi organ dalam tengkorak (cranial), tersentralisasi di tulang punggung (central), kemudian tersebar lewat saraf tepi ke tangan dan kaki (peripheral) atau yang bersifat autonomikal, mengatur kerja organ-organ vital tubuh (autonomic).
Mirip dengan kerja sistem limfatik, sistem saraf membutuhkan pergerakan sebagai penggertak agar ia bisa bekerja secara maksimal setiap saat. Dan karena ia bertengger pada tulang punggung yang memiliki tugas lain sebagai penyangga tubuh, fitalitas sistem saraf sangat bergantung pada kesehatan organ tempatnya menumpang hidup ini.
Oleh karena itu perawatan struktur tulang punggung lewat stimulasi yang diberikan oleh asana yoga dengan gerakan memelintir, melengkungkan atau membungkukkan punggung dapat juga memberikan efek sangat positif bagi sistem saraf ini. Meminjam istilah yang dipergunakan oleh salah satu tradisi yoga, tulang punggung itu ibarat batang baterai yang bisa direcharge dengan mempergunakan asana yoga.

Seperti contoh di samping ini, Bharadvajasana, pose klasik -sangat mirip dengan salah satu gerakan ritual keagamaan salah satu agama terbesar di dunia- mampu menjadi contoh betapa gamblang stimulasi sistem saraf pusat itu bisa dilakukan dengan melakukan asana yoga. Tidak heran apabila banyak pelaku yoga yang setelah melakukan pose ini (dengan catatan : apabila dilakukan dengan benar), kemudian merasa tubuhnya lebih segar atau kehilangan rasa kantuk.
Kecuali bagi penderita migraine atau scoliosis yang tidak bisa sembarangan melakukan pose ini tanpa adjustment atau asana lain untuk memperhalus efek yang akan mereka terima dari pose memelintir ini. This, needs jam terbang atau pemahaman lebih jauh tentang penetrasi sebuah pose yoga terhadap tubuh manusia.

MENGUASAI HAL FUNDAMENTAL
Sebenarnya terkait masalah kesehatan, menguasai tubuh manusia secara anatomis fisiologis bagi seorang pecinta yoga tidaklah terlampau sulit. Karena pendekatannya bukan seperti seorang ahli medis yang memang diharapkan memberikan kesembuhan. Meminjam istilah sahabat pecinta yoga yang kebetulan seorang dokter
yoga bukan pengobatan, karena untuk bisa masuk di klasifikasi tersebut dibutuhkan dosis yang tepat, serta mampu diaplikasikan secara general ke banyak orang
Yoga tidak memiliki dosis yang general, ia membutuhkan pendekatan customized yang berbeda-beda di setiap orang. Rumit? Tidak, sama sekali tidak! Asal kita mau memulai dengan membangun pemahaman tentang tubuh manusia secara fundamental, melakukan pendekatan customized seperti itu tidaklah terlalu sulit. Menguasai perawatan sistem tubuh seperti detil yang telah terurai di atas adalah salah satu kuncinya. Terkadang kerapian sistem ciptaan Tuhan ini begitu mencengangkan, karena keterkaitannya satu sama lain. Satu elemen saja terganggu, biasanya akan menimbulkan efek domino kerusakan pada sistem lain.
Lucunya, kadang dengan yoga, satu elemen yang rusak tadi, menjadi baik dan rangkaian penyembuhannya yang ditimbulkan bisa bersifat seperti efek domino juga. 
It's just a human body system, that you need to understand, nothing else!

Dikutip dari : http://www.erykar.com/fungsi-yoga-dalam-perawatan-sistem-tubuh-manusia/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Japamala: Cara Menggunakan dan Maknanya

Triangle Pose (Trikonasana), Manfaatnya untuk Kesehatan